"Lewat tulisan, kita bisa mengubah kehidupan"

YUK, MERENGKUH TANGAN PENYANDANG DISABILITAS

Sebelum memulai postingan kali ini, saya ingin bertanya pada pembaca sekalian. Simak baik-baik ya ^_^

Pertanyaan pertama, pernahkah kalian melihat tuna netra atau penyandang keterbatasan yang lain? Yap, saya yakin kalian pasti pernah melihat meskipun hanya sekali atau dua kali. Entah di lingkungan sekitar rumah atau di jalan raya. Tidak menutup kemungkinan juga kalau dia adalah tetangga, teman, bahkan keluarga.

Pertanyaan kedua, bagaimanakah perasaan kalian saat  melihat mereka dan keterbatasannya? Untuk pertanyaan yang satu ini, saya bisa menebak bahwa jawaban kalian akan beragam. Misalnya muncul rasa kasihan, empati, ingin membantu, dan ingin mempermudah mereka menjalani kehidupan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga bermunculan rasa tidak peduli, emang gue pikirin, bukan urusan gue, bahkan jijik dengan keterbatasan mereka.

Sebenarnya, tujuan dari pertanyaan saya di atas adalah ingin mengecek sejauh mana kepedulian pada pembaca sekalian pada para penyandang keterbatasan (baca: disabilitas). Mengapa? karena sebagai manusia, apalagi yang dikaruniai Tuhan dengan kelengkapan jasmani dan rohani, kita seharusnya saling peduli terhadap satu sama lain. Perbedaan fisik dan mental bukanlah halangan bagi kita untuk menutup diri dari kekurangan orang lain. Hidup di bumi yang sama, makan makanan yang sama, dan menghirup udara yang sama seharusnya menjadi lecutan bagi nurani kita.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas lebih dalam tentang disabilitas dan seluk-beluknya. Postingan ini terinspirasi dari beberapa artikel VOA Indonesia yang mengulas tentang disabilitas, seperti:

Ketiga artikel di atas sangat inspiratif karena menunjukkan berbagai bentuk kepedulian baik masyarakat, perusahaan, maupun pemerintah kepada penyandang disabilitas. Sungguh luar biasa. Nah, artikel-artikel tersebut  akan  saya ramu dalam sebuah ulasan yang dipadukan dengan Opini saya dan sumber-sumber lain yang relevan (termasuk artikel dari VOA Indonesia yang lain juga ) agar menjadi ulasan yang dalam dan berkualitas.

Semoga dengan ulasan dibawah ini bisa memacu semangat para pembaca sekalian untuk lebih peduli terhadap para penyandang disabilitas. Selamat membaca ^_^


A. SEPUTAR DISABILITAS

Sebelum membaca postingan saya lebih jauh, alangkah baiknya jika pembaca sekalian mengetahui apa itu disabilitas. Jangan-jangan, muncul salah persepsi yang menganggap bahwa  itu adalah sejenis makanan ringan seperti kripik berbumbu pedas. Bukan lho ya.

Disabilitas diserap dari bahasa Inggris disability dengan bentuk jamak  disabilities yang berarti cacat atau ketidakmampuan. Jika dijabarkan, disabilitas merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kekurangan atau ketidaksempurnaan dari segi fisik, mental, atau gabungan dari keduanya. Orang yang mengalami disabilitas disebut penyandang disabilitas.  Sebelumnya, istilah tersebut disebut dengan penyandang cacat. Namun, kata "cacat" dinilai  berkonotasi negatif sehingga perlu ditemukan istilah lain yang baik. Akhirnya, ditemukanlah istilah disabilitas. Penggantian ini disepakati ketika Komnasham dan Kementerian Sosial mengadakan seminar dan  focus group discussion yang diselenggarakan  di Cibinong pada 8-9 januari 2009, di Hotel Ibis Jakarta pada 19-20 Maret 2010, dan di Grand Setiabudhi Hotel Bandung pada 29 Maret-1 April 2010 (kartunet.com, 9/11/2011).

Ada beberapa bentuk disabilitas. Berdasarkan UU RI No.4 Tahun 1997 tentang penyandang cacat, disabilitas terbagi atas tiga kelompok, sebagai berikut (kartunet.com, 10/11/2011)
Penyandang Disabilitas (ypha.or.id)

1. Penyandang Disabilitas Fisik  
    Yaitu individu yang mengalami kelainan fisik seperti kerusakan fungsi organ tubuh dan kehilangan organ 
    sehingga mengakibatkan gangguan fungsi tubuh misalnya gangguan penglihatan, pendengaran, gerak, dan lain-lain.
2. Penyandang Disabilitas Mental
    Yaitu individu yang mengalami kelainan mental dan atau tingkah laku akibat bawaan atau penyakit.
3. Penyandang Disabilitas Fisik Mental
    Yaitu individu yang mengalami kelainan gabungan antara fisik dan mental.

Penyebab disabilitas, khususnya fisik, tidak hanya karena bawaan lahir namun juga bisa karena kecelakaan kerja, kecelakaan di jalan raya, atau penyakit. Misalnya saja para tentara perang yang kehilangan tangan atau kaki mereka karena ledakan bom dan ranjau. Bisa juga korban kecelakaan di jalan raya yang parah (khususnya pengendara sepeda motor yang sukanya ga pake helm ke mana-mana) sehingga terpaksa salah satu kakinya diamputasi. Kalau disabilitas dari penyakit misalnya amputasi akibat diabetes akut.

Jumlah penyandang disabilitas cukup banyak. Di Indonesia saja, angka penyandang tersebut  semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Kemenkes tahun 2011 tercatat sebanyak 6,7 juta jiwa atau 3,11% (jpnn.com, 11/4/2012). 

Lihatlah chart di sebelah kiri yang menunjukkan Perbandingan jumlah penyandang disabilitas (warna biru) dengan jumlah penduduk di Indonesia (warna merah) (dok.pribadi)





VOA Indonesia dalam artikelnya yang berjudul "Laporan WHO dan Bank Dunia Ungkap Hambatan Bagi Penyandang Cacat" pun melansir data yang setali tiga uang.

Berdasarkan Laporan Dunia Mengenai Penyandang Cacat yang dikemukakan oleh WHO dan Bank Dunia dalam situs tersebut menunjukkan bahwa  jumlah penyandang  di dunia mencapai angka satu milliar atau 15% dari seluruh penduduk dunia (voaindonesia.com, 8/6/2011).

Chart di sebelah kiri menunjukkan Perbandingan jumlah penyandang disabilitas (warna biru) dengan jumlah penduduk di dunia (warna merah)  (dok.pribadi)



Angka tersebut sungguh fantastis bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya.


B. PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN PENYANDANG DISABILITAS

Jujur, masyarakat masih menganggap bahwa penyandang disabilitas adalah orang-orang yang tidak bisa melakukan apa-apa, butuh bantuan dalam segala hal, dan "madesu" (Masa Depan Suram__istilah gaulnya). Persepsi ini jelas sekali terlihat dari persyaratan utama seleksi kerja, pendidikan, dan lain-lain yang berbunyi "sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat oleh dokter". Secara langsung, syarat tersebut telah meminggirkan pendaftar disabilitas yang mungkin memiliki kekurangan dari segi fisik namun sebenarnya sangat kompeten dan potensial.

Pandangan yang lebih ekstrim lagi muncul ketika era Hitler. Pada zaman itu, terjadi pemusnahan terhadap penyandang cacat. Sungguh, pada zaman itu penyandang disabilitas hanya dipandang sebelah mata sebagai kaum yang tidak layak untuk tinggal di bumi ini.

Kalau mau membuka mata lebar-lebar, pandangan masyarakat yang demikian adalah salah besar. Banyak penyandang disabilitas yang mampu hidup mandiri dan "madecer" alias Masa Depan Cerah. Malah ada yang mampu mengukir prestasi menakjupkan. Misalnya saja Aimee Mullins.

Aimee Mullins (aimeemullins.com)

Aimee adalah seorang penyandang disabilitas fisik. Dia dilahirkan tanpa tulan fibula sehingga kakinya harus diamputasi hingga lutut. Namun, ketidaksempurnaan itu tidak membuatnya rendah diri. Dia malah membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk maju. Prestasi yang diukirnya antara lain 

  1. Juara lari 100 m, lari 200 m, dan lompat jauh pada Paralympic Games 1996.
  2. Dianugerahi penghargaan sebagai USA Track and Field Disabled Athlete of The Year dan Woman of Distiction dari National Association of Women tahun 1997 karena berhasil menjadi atlet difabel pertama AS yang berpartisipasi dalam kompetisi olahraga untuk atlet normal bernama NCAA (The National Collegiate Athletic Association). Aimee tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, namun juga bidang modeling. Dia berani tampil dengan kaki palsunya. (andriewongso.com, 6/12/2011). 

Selain prestasi yang sudah saya sebutkan tadi, masih banyak seabreg prestasi lain yang tidak mungkin bila saya sebutkan satu persatu dalam postingan ini. Info lebih lanjut bisa dicari di sini All About Aimee Mullins


C. YUK, PEDULI PENYANDANG DISABILITAS ^_^

Bentuk kepedulian terhadap keberadaan penyandang disabilitas sebenarnya tercermin jelas pada ragam jawaban dari pertanyaan kedua saya. Bahwa ada yang peduli sekali ada yang tidak sama sekali.

Teman saya pernah berkata,"Buat apa sih peduli sama begituan? Mending ngurusin diri sendiri dulu baik-baik sebelum ngurusin orang lain." Ya ampun, saya cuman geleng-geleng kepala mendengar kata-katanya . Pikiran saya langsung memvonis," Ni anak hatinya jadi batu atau dari dulu emang terbuat dari batu? Bisa-bisanya ngomong begitu."

Kalau dipikir-pikir, mungkin teman saya tersebut belum terketuk hatinya karena belum mengetahui alasan mengapa dia perlu peduli terhadap penyandang disabilitas. Padahal, alasannya hanyalah satu yaitu  "menunjukkan bahwa hajat hidup kita sebagai manusia adalah  memanusiakan orang lain dan membantunya menjadi manusia yang lebih baik". 

Memanusiakan manusia berarti menganggapnya setara dengan kita sehingga muncul sikap menerima terhadap segala kekurangannya. Entah  fisik yang kurang lengkap atau mental yang kurang baik. Semua kekurangan itu harus diterima sebagai sebuah keberagaman yang bukan memisahkan melainkan menyatukan. Dengan demikian tidak ada lagi  upaya atau rasa sedikitpun untuk menghina, mengejek, meminggirkan, memojokkan, bahkan memusnahkan. Adapun membantu menjadi manusia yang lebih baik berarti menunjukkan kepedulian  membantu penyandang disabilitas untuk  mencapai kehidupan yang lebih baik.

LALU, BAGAIMANA CARANYA MENUNJUKKAN KEPEDULIAN PADA MEREKA?

Kepedulian tersebut dapat dilakukan dalam 2 bentuk yaitu Kepedulian Intern dan Kepedulian Ekstern.

2 Bentuk Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas (Dok.Pribadi) 

1. KEPEDULIAN INTERN 

Berarti bentuk kepedulian yang muncul dalam diri pribadi, dalam hati dan perasaan, yang berupa tenggang rasa dan empati yang nantinya terealisasi dalam bentuk perilaku yang baik. 
Kepedulian jenis ini erat kaitannya dengan pola perilaku sosial antara orang normal dengan penyandang disabilitas, yaitu bagaimana menjaga perasaan dan saling menghargai yang diwujudkan dengan sikap tidak menghina, tidak melecehkan, dan tidak memandang sebelah mata.

Kepedulian intern sangat penting ditumbuhkan dan dipupuk sejak kecil. Mengapa? Karena perilaku seperti ini sangat penting dalam menjaga hubungan sosial antara manusia yang satu dengan yang lain. Sebagai makhluk sosial, semua orang harus saling manjaga perasaan.

Cara memupuk Kepedulian Intern dapat dilakukan dengan 3 pola/cara, yaitu:

a. Pola Asuh Keluarga yang Baik
Pola asuh dalam keluarga sangat berpengaruh besar dalam menumbuhkan Kepedulian Intern. Misalnya ibu, sebagai pihak terdekat dengan anak, memberitahu bahwa penyandang disabilitas adalah orang-orang yang dikarunia kekurangan oleh Tuhan.

Pendampingan Orang tua Saat Anak Menonton TV (blogdetik.com)

Oleh karena itu, sang anak tidak boleh menghina kekurangan mereka, namun sebaliknya yaitu menghargai mereka. Nasihat-nasihat seperti ini bisa diberikan pada anak ketika anak  melihat langsung penyandang disabilitas di jalan, atau saat melihat di televisi. Nah, penyampaian nasihat seperti ini tak hanya menjadi tanggung jawab ibu, namun juga anggota keluarga lain yang lebih dewasa.

b. Pola Pendidikan di Sekolah
Pola pendidikan di sekolah juga berpengaruh besar dalam menumbuhkan kepedulian intern dalam diri seseorang, khususnya anak. Dalam hal ini, guru berperan sebagai pembimbim utama yang akan mengarahkan, membina, dan membimbing siswa untuk berperilaku baik pada sesama. Selain itu, guru juga berwenang untuk menegur siswa yang berperilaku tidak baik.

Upaya menumbuhkan kepedulian di sekolah juga dapat dilakukan lewat mata pelajaran seperti PKN, agama, dan budi pekerti. Penulis jadi ingat pelajaran PKN ketika guru begitu semangat mengajarkan Tenggang Rasa dan tepo seliro pada sesama manusia.

Selain lewat peran guru dan pelajaran, kepedulian ini juga bisa ditumbuhkan lewat peran BK (Bimbingan Konseling) dan organisasi kesiswaan seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan lain-lain. BK berperan sebagai koordinator utama untuk membentuk pola perilaku siswa lewat bimbingan dan konseling perilaku. Adapun organisasi kesiswaan berperan penting sebagai penyelenggara berbagai kegiatan yang melibatkan siswa dalam kegiatan sosial.  Misalnya kegiatan Bakti Sosial dan Kunjungan Bersama ke SLB (Sekolah Luar Biasa). Meskipun sederhana, kegiatan-kegiatan seperti ini sangat berpengaruh besar pada pembentukan perilaku siswa pada penyandang disabilitas.
Kunjungan Sosial ke Penyandang Disabilitas (news.imtelkom.ac.id)

c. Pola Pergaulan di Lingkungan Sekitar 
Seseorang tumbuh di lingkungan tempat tinggalnya yang tidak bisa dilepaskan dari pergaulan dengan teman dan masyarakat sekitar. Pengaturan dalam pergaulan anak sangat penting untuk menjaga anak dari salah pergaulan. Salah pergaulan akan mengakibatkan kerusakan perilaku pada anak. JIka anak kita bergaul dengan anak-anak yang suka mengejek penyandang disabilitas, maka terbuka kemungkinan anak kita akan melakukan hal yang sama.

Pola pengaturan terhadap pergaulan ini sangat sulit dikontrol oleh orang tua. Oleh karena itu harus ada kerjasama dengan masyarakat dan tetangga untuk mengajari dan memantau anak-anak agar menghormati penyandang disabilitas. Sayang, kontribusi tetangga macam ini sangat sulit ditemui di lingkungan perkotaan yang notabene cuek dan tidak mau tahu terhadap urusan orang lain. Lain halnya jika di desa yang masih kental dengan pertetanggaan. Masih ada rasa peduli jika ada anak yang melecehkan penyandang disabilitas. Mereka akan mengingatkan anak tersebut agar tidak mengejek lagi.


2. KEPEDULIAN EKSTERN

Berarti bentuk kepedulian yang direalisasikan dalam bentuk kegiatan sosial berupa aktivitas, program, maupun penggalangan bantuan yang diselenggarakan secara terbuka, terkoordinir, dan melibatkan keseriusan dalam pelaksanaannya agar kegiatan tersebut bisa diketahui oleh masyarakat dan menginspirasi orang lain untuk melakukan kepedulian yang sama.

Kepedulian Ekstern sebenarnya merupakan langkah lanjut dari kepedulian intern. Orang-orang yang memiliki kepedulian dan rasa sosial yang tinggi pasti akan merealisasikan kepeduliannya dalam beragam aktivitas sosial. Kepedulian Ekstern bisa diwujudkan dalam bentuk, yaitu:

a. Menggelar Kampanye Peduli Disabilitas
Kampanye Peduli Disabilitas  bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan akan tumbuh rasa peduli di hati semua orang, khususnya yang dilahirkan dengan kondisi sempurna, untuk turut serta dalam upaya membantu para penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pembuktian bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan yang setara dengan manusia normal.

Salah satu bentuk kampanye peduli disabilitas pernah diliput VOA Indonesia dalam salah satu artikelnya yang berjudul "Kampanye Peduli Difabel dan Anti-Polusi, Tuna Rungu Bersepeda Jelajah Jawa-Bali".
Kampanye Peduli Difabel (voaindonesia.com)

Dengan mengusung semangat kepedulian terhadap difabel dan anti korupsi, 10 biker yang tergabung dalam Indonesia Deaf Bike Adventure atau yang lebih akrab disebut Komunitas Tunarungu Bersepeda Indonesia akan bersepeda dengan rute Jawa-Bali. Tujuan dari diselenggarakannya kampanye itu adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyandang disabilitas dan menyuarakan Gerakan Sehat bersepeda anti-polusi. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tunarungu pun memiliki kemampuan yang sama dengan manusia normal. Dengan diikuti oleh 10 orang rider, mereka memulai perjalanan dari Jakata (voaindonesia.com, 20/2/2012).

Melalui berita yang dirilis oleh VOA Indonesia tersebut, kita bisa tahu bahwa semangat untuk peduli ternyata  malah dimiliki oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan. Jadi kita, sebagai manusia normal, harus lebih semangat untuk berpartisipasi dalam kampanye peduli disabilitas.

b. Membuka Kesempatan/Peluang Kerja terhadap Penyandang Disabilitas
Seperti yang saya ulas sebelumnya, persyaratan wajib pelamar pekerjaan adalah sehat jasmani dan rohani. Syarat semacam ini menutup kesempatan bagi penyandang disabilitas yang kompeten dan profesional untuk bekerja. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika mulai sekarang ada  keterbukaan dari perusahaan untuk menerima para pelamar disabilitas khususnya di negara kita Indonesia ini.

Sebenarnya pemerintah kita sudah meratifikasi konvensi PBB tentang hak penyandang cacat. VOA Indonesia dalam artikelnya yang berjudul  "Indonesia Ratifikasi Konvensi Penyandang Cacat" mengulas bahwa ratifikasi tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah Indonesia terhadap penyandang disabilitas. Ratifikasi tersebut akan memberi kekuatan hukum terkait hak para penyandang untuk mendapatkan akses khusus di fasilitas umum dan kesetaraan kesempatan kerja (voaindonesia.com, 21/10/2011)

Lewat ratifikasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kita sudah menyalakan "lampu hijau" kepedulian terhadap penyandang disabilitas untk mendapatkan kesempatan bekerja. Namun, keterbukaan seperti itu memang tidak serta merta dijalankan karena berkaitan langsung dengan perusahaan yang membuka lapangan kerja. Tidak salah memang jika pemilik perusahaan sedikit banyak meragukan kemampuan para penyandang disabilitas.

Alangkah baiknya jika kita melihat negara tetangga dalam hal kepedulian mereka terhadap penyandang disabilitas dalam hal kesempatan bekerja. Misalnya saja salah satu perusahaan di AS. Saya begitu takjup ketika membaca salah satu artikel VOA Indonesia berjudul "Perusahaan yang Ramah untuk Penyandang Cacat".

Peckham, Perusahaan Ramah Disabilitas (voaindonesia.com)

Sebuah perusahaan di Michigan, Peckham, ternyata mempekerjakan penyandang disabilitas dengan porsi yang tidak sedikit yaitu 85% dari total pekerja yang ada. Latar belakang pekerjanya beragam. Ada yang tuna netra, tuna rungu, hingga orang-orang yang mengalami trauma emosional (voaindonesia.com, 1/5/2012).

Bentuk kepedulian di atas sepatutnya menjadi lecutan bagi para pemilik perusahaan, khususnya di Indonesia tercinta ini, untuk lebih bijak dan longgar terhadap calon pekerja disabilitas. Ada baiknya jika perusahaan yang masih memandang sebelah mata kepada para penyandang menengok sejenak pada sikap PT Maspion di Surabaya.

Bukan promosi, tapi hendaknya masyarakat tahu jika di Indonesia ada perusahaan yang ternyata sudah bijak menyikapi pelamar/pekerja disabilitas yaitu  PT Maspion di Surabaya. Perusahaan ini dianugerahi penghargaan katagori perusahaan oleh Organisasi Disabilitas Asia Pasifik  yang bermarkan di Thailand pada 3 Desember 2010. Penghargaan diberikan bagi perusahaan (selain katagori perseorangan dan pemerintah) yang memiliki perhatian tinggi terhadap penanganan disabilitas.

PT Maspion berhasil menyabet katagori perusahaan karena dikagumi atas kebijakan mereka untuk mempekerjakan karyawan disabilitas. Kebijakan tersebut sengaja dibuat untuk memperlakukan keadilan terhadap antarkaryawan yang tidak membedakan latar cacat atau tidak. Hak setiap orang adalah sama yaitu bekerja. Perusahaan ini merupakan pionir sebagai penerima karyawan disabilitas sejak tahun 1990-an. Tahun 1998 tercatat 325 karyawan disabilitas (damandiri.or.id, 9/12/2010)

Sungguh, contoh kepedulian semacam itu perlu ditularkan di negara kita ini. Para penyandang begitu dihargai. Mereka tetap makhluk sosial yang berhak bekerja sesuai dengan kemampuan mereka. Jangan sampai kompetensi yang mereka miliki terpaksa terbuang sia-sia karena tersendat oleh pihak-pihak yang memandang mereka sebelah mata. Sebagai sesama manusia, alangkah baiknya jika kita, keluarga, masyarakat, dan pemilik kerja turut berartisipasi dalam membuka kesempatan kerja untuk mereka

c. Mengadakan Fasilitas Pendukung terhadap Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas seringkali mengalami kesulitan untuk hidup normal karena keterbatasan fasilitas atau alat bantu. Yang termasuk fasilitas misalnya toilet khusus, jalur masuk gedung khusus (jalur kursi roda), dan lain-lain. Adapun alat bantu misalnya kursi roda, kaki palsu, tangan palsu, dan lain-lain. Ketersediaan kedua hal tersebut sangat dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas untuk menunjang kehidupan mereka.

Sungguh pemerintah kita pautu mencontoh kebijakan peduli penyandang disabilitas yang ditunjukkan oleh negara tetangga, AS. Ketika membaca VOA Indonesia dalam salah satu artikelnya "AS Bangun Rumah Desain Khusus bagi Prajurit Cacat" saya lantas berpikir bahwa itu adalah tindakan yang luar biasa.
Rumah khusus penyandang disabilitas di AS (voaindonesia.com)

Pihak militer yang bekerja sama dengan perusahaan real estate dan arsitek terkenal menyediakan rumah berteknologi canggih untuk dihuni oleh prajurit  disabilitas dan tidak menutup kemungkinan akan tersedia untuk 54 juta warga Amerika yang lain (voaindonesia.com, 28/4/2012).

Bagi kita, mungkin kepedulian semacam AS belum bisa direalisasikan. Namun, jangan berkecil hati. Kita bisa  berpartisipasi dalam pengadaan alat bantu. Yang paling memungkinkan tentu menyumbang uang atau dana untuk penyediaan alat bantu seperti kursi roda dan kaki/tangan palsu. Sumbangan tersebut bisa kita serahkan pada lembaga sosial peduli disabilitas yang terpercaya. Lalu, kita berdoa agar bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan penyandang dan menjadi benda berharga dalam kehidupan mereka.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap pengadaan alat bantu (baca: kursi roda) ditunjukkan oleh Risnawati, seorang penyandang disabilitas, untuk menyalurkan ribuan kursi roda pada penyandang yang membutuhkan. Risna menjabat sebagai pimpinan UCP (United Cerebral Palsy) Wheels for Humanity Indonesia.

Foto Risnawani DKK (jpnn.com)
Lembaga tersebut berhasil membagikan lebih dari 1.500 kursi roda pada penyandang disabilitas di seluruh Indonesia sejak didirikan tahun 2009 (indopos.co.id,-/-/-).

Nah, bila Risnawati yang notabene seorang disabilitas bisa melakukan hal besar, mengapa kita tidak? Sudah saatnya kita turun tangan untuk menunjukkan kepedulian pada mereka.

d. Memberdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Media Sosial
Di tengah kecanggihan tegnologi dan derasnya arus penggunaan jejaring sosial dan media sosial, ada baiknya jika memanfaatkan keduanya untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Caranya adalah dengan membuat berbagai situs untuk membantu mereka mengakses informasi tentang disabilitas. Tak hanya itu, pengguna internet yang lain pun bisa dengan mudah mengakses info yang sama sehingga menambah wawasan tentang disabilitas itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan untuk saling bertukar informasi antarpengunjung situs tersebut sehingga terjalin ikatan emosi dan persahabatan antarkeduanya.

Langkah demikian sudah ditempuh oleh organisasi bernama Kartunet Foundation. Kartunet Foundation adalah organisasi nirlaba dan independen yang fokus pada penggunaan teknologi informasi untuk memberdayakan penyandang disabilitas di Indonesia. Kegiatan dari organisasi tersebut mencakup tiga bidang, yaitu advokasi hak-hak penyandang disabilitas melalui media baru, peningkatan kapasitas SDM penyandang, dan pengembangan teknologi informasi aksesibel. Organinasi tersebut memiliki sebuah situs bernama kartunet.com sebagai media sosial untuk menyalurkan segenap informasi tentang disabilitas. 
Salah satu halaman kartunet.com (dok.pribadi)
Kiprah kartunet dalam dunia disabilitas cukup diakui dikalangan masyarakat. VOA Indonesia dalam artikelnya yang berjudul "Ford Foundation Hibahkan 1 Juta Dolar kepada Kalangan Praktisi Media" menyatakan  bahwa Kartunet.com menjadi salah satu situs pilihan favorit publik Indonesia. Kiprah tersebut sukses mengantarkan Dimas Prasetyo dan beberapa sahabatnya dari Komunitas Pemuda dengan Disabilitas Jakarta menjadi alah satu penerima hibah dari Ford Foundation (voaindonesia.com, 8/5/2012). BIla tertarik untuk mengetahui info lebih lanjut tentang disabilitas, bisa klik link berikut Kartunet Foundation


Keberadaan penyandang disabilitas ibarat dua sisi mata uang dalam kehidupan manusia. Mereka bukanlah akibat dari kesalahan penciptaan Tuhan, namun mereka adalah jalan pembuka bagi hati kita untuk menempa kepedulian terhadap sesama.

Jangan pernah menyombongkan diri karena kesempurnaan fisik, mental, bahkan materi. Jangan pernah pula menghina penyandang disabilitas karena tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menjadi seperti mereka. Yang harus kita tunjukkan adalah empati atas kekurangan mereka dan merengkuh tangan mereka sebagai wujud kepedulian terhadap kehidupan mereka.
Ayo bergandengan tangan dengan penyandang disabilitas (mpbi.org)

Salam Satu Jiwa,
Kita Lahir di Bumi yang Sama,
Kita Lahir sebagai Sesama Manusia
 ^_^

Daftar Rujukan (Biar Ga Plagiasi ^_^)
1. kartunet.com, 9/11/2011
2. kartunet.com, 10/11/2011
3. jpnn.com, 11/4/2012
4. Gambar Aimee Mullins diambil dari http://www.aimeemullins.com/gallery/photos/nicknight/nicknight3.jpg
5. andriewongso.com, 6/12/2011
6. voaindonesia.com, 8/6/2011
7. voaindonesia.com, 20/2/2012
8. Gambar Kampanye Peduli Difabel diambil dari http://gdb.voanews.eu/29289902-1AB9-40B4-BBBB-739EA13381B4_mw800_s.gif
9. voaindonesia.com, 1/5/2012
10. indopos.co.id,-/-/-
11. Gambar rumah khusus penyandang disabilitas AS diambil dari http://gdb.voanews.eu/538C4D0B-9611-40F5-8DB2-CEF0D2437CF2_mw800_s.jpg
12. Foto Risnawati DKK diambil dari http://www.jpnn.com/picture/watermark/20110510_004736/004736_914013_Boks_Risnawati_dalem.jpg
13. Foto Peckham diambil dari http://gdb.voanews.eu/5FFDA9CC-273B-4802-A4EF-3C7AFE68EBD5_mw800_s.jpg
14. Gambar Ayo bergandengan tangan diambil dari http://www.mpbi.org/images/berita/prbbk5.JPG
15. voaindonesia.com, 8/5/2012
16. damandiri.or.id, 9/12/2010
17. Gambar penyandang disabilitas fisik diambil dari http://www.ypha.or.id/web/wp-content/uploads/2011/10/Penyandang-Cacad.jpg
18. Gambar Pendampingan Orang tua diambil dari http://centrin.blogdetik.com/files/2012/05/3ef15c3327f829168874caee75ec36e1_nonton-tv-kabel-dengan-keluarga.jpg
19. Gambar Kunjungan Sosial diambil dari http://news.imtelkom.ac.id/resource/20bda_IMG_20120421_101419.jpg
20. voaindonesia.com, 21/10/2011

¡Compártelo!

5 comments:

Agung Prabowo

Sudah seharusnya kita tidak memandang sebelah mata penyandang cacat. Semoga sukses ya. Mohon beri komentar pada tulisanku yang ini - Memanusiawikan Lingkungan Sungai Ciliwung dan Sekitarnya dan yang ini - Indonesia mendunia lewat Gamelan

Hilmia Wardani Nugroho

iyah, terimakasih :)

salam kenal

Nila Marotain

ada program untuk penyandang disabilitas dari rekan mahasiswa di STKIP PGRI Blitar,,, silahkan main ke blitar

Hilmia Wardani Nugroho

boleh2. kapan2 saya mampir ke sana :D

sarifuddin duma

Assalaamu Alaikum Wr Wb..apakah Penyandang disabilitas itu temasuk lumpuh bertahun tahun di pembaringan???dan Apakah orng lumpuh bertahun tahun dipembaringannya tersebut mendapatkan Bantuan,Terimakasih,

Posting Komentar

Buscar

 
BENITORAMIO Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger